Tidak hanya penegasan sang Kepala Sekolah, Esnawati dan Emirenciana Mite, selaku Wali kelas 6A juga menguraikan peristiwa dan realita yang terjadi saat itu.
Diakui Esnawati, dirinya sebelum dibagikan dan menyantap menu MBG, sempat membeli nasi bungkus di Kantin Sekolah, dan lauknya telur dan mie. Selanjutnya, ia kembali ke kelas lalu menyantap nasi bungkus yang dibelinya. Saat sedang memakan jajanan itulah, wali kelasnya datang dan kemudian membagikan paket MBG yang sudah tiba dengan mobil Badan Gizi Nasional Sumba Timur beberapa saat sebelumnya.
Esnawati yang saat itu sementara memakan jajanan pembeliannya, belum menyentuh kotak makanan sehat yang telah didapatkannya, sementara teman-temannya sudah memakan menu sajian MBG. Namun, tiba-tiba terdengar salah satu temannya berteriak bahwa ada daging mentah, dan meminta rekannya yang lain untuk memeriksa kondisi daging di dalam kotak makanan sehat miliknya.
Saat dibuka Esnawati, di dalam isi kotak MBG itu terdapat nasi, sayuran, dan sepotong daging ayam, serta buah pisang. Lalu, daging ayam itu diperiksa dan nampak tampilan luar terlihat wajar, sayangnya ketika diperiksa lebih jauh, bagian dalamnya masih merah atau mentah sehingga tidak bisa dikonsumsi, dan bahkan memantik rasa muat rekan-rekan siswa lainnya di kelas itu.
“Ada juga satu teman yang dapat daging masih mentah, tapi dia sudah terlanjur makan,” tukas Esnawati kala itu.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait