Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi Ketupat Turangga 2026 Dimulai, Polda NTT Dirikan 156 Pos Pengamanan
Advertisement . Scroll to see content

Tak Ada Penerbangan Komersial ke Maumere, Pesawat Polri Antar Jenazah Dokter Hewan Korban KKB

Sabtu, 12 September 2026 | 19:02 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Tak Ada Penerbangan Komersial ke Maumere, Pesawat Polri Antar Jenazah Dokter Hewan Korban KKB
Susana Apron Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, NTT, Sabtu (12/9/2026) siang saat kedatangan jenazah drh. Alfonsius Albinus Meha yang gugur akibat insiden penembakan oleh KKB Papua (Foto: istimewa)

LABUAN BAJO, iNewsSumba.id — Kepulangan jenazah drh. Alfonsius Albinus Meha dari Papua menuju kampung halamannya di Maumere, Kabupaten Sikka, mendapat dukungan khusus dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Karena tidak tersedia penerbangan komersial menuju Maumere pada Sabtu (12/9/2026), jenazah dokter hewan yang gugur akibat penembakan KKB itu diterbangkan menggunakan pesawat dinas Polri.

Dikutip dari Tribrata News NTT, Pesawat Polri jenis Cassa 212-200 dengan nomor registrasi P-4101 disiapkan untuk melanjutkan perjalanan jenazah setelah transit di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, NTT.

Jenazah bersama keluarga pendamping sebelumnya tiba di Labuan Bajo menggunakan pesawat Batik Air ID-6331. Pesawat tersebut mendarat sekitar pukul 12.42 WITA setelah menempuh rute Makassar-Denpasar-Labuan Bajo.

Setelah pesawat komersial tiba, peti jenazah diturunkan dari kompartemen kargo sekitar pukul 12.45 WITA. Proses tersebut mendapat pengawalan dari personel kepolisian yang bertugas di Bandara Internasional Komodo.

Sepuluh menit kemudian, tepat pukul 12.55 WITA, peti jenazah dipindahkan menuju pesawat Cassa P-4101. Proses pemindahan melibatkan personel Satpolairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri dan pihak Otoritas Bandara Internasional Komodo.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, mengatakan keputusan menggunakan pesawat Polri merupakan instruksi Kapolda NTT untuk memastikan jenazah tidak mengalami keterlambatan dalam perjalanan menuju Maumere.

"Mengingat tidak adanya penerbangan komersial menuju Maumere hari ini, Bapak Kapolda NTT  langsung menginstruksikan penggunaan pesawat Polri untuk mengantar jenazah almarhum," kata AKBP Christian Kadang saat memberikan keterangannya pada Sabtu sore.

Penggunaan pesawat khusus itu bukan hanya berkaitan dengan aspek teknis perjalanan. Kepolisian juga memandang fasilitas tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang meninggal dalam insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

"Pengawalan dan fasilitasi penerbangan ini merupakan bentuk penghormatan terakhir serta komitmen Polri kepada almarhum dan pihak keluarga. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian proses transit dan pemindahan jenazah berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat," ujar Kapolres.

AKBP Christian mengatakan proses pemulangan jenazah menjadi perhatian karena keluarga harus menempuh perjalanan panjang dari Papua hingga ke NTT. Karena itu, kepolisian berupaya memastikan perjalanan terakhir tersebut berlangsung tanpa hambatan berarti.

"Kehilangan ini tentu menyisakan duka yang sangat mendalam bagi masyarakat Indonesia. Kami hadir di sini untuk memastikan almarhum mendapatkan penghormatan terbaik dan seluruh proses kepulangan berjalan dengan lancar hingga ke rumah duka," tambahnya.

Menurut Kapolres, kelancaran proses pemindahan armada juga tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak. Personel kepolisian dan petugas bandara bekerja bersama sejak pesawat komersial mendarat hingga jenazah dipindahkan ke pesawat dinas Polri.

"Sinergitas antara Polres Manggarai Barat, Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri, hingga pihak Avsec berjalan sangat solid, sehingga waktu pemindahan dapat dilakukan secara presisi dan tepat waktu," ungkapnya.

Di tengah proses tersebut, suasana duka semakin terasa ketika personel gabungan memberikan penghormatan sebelum pesawat Polri diberangkatkan. Bagi keluarga, bantuan armada tersebut menjadi dukungan penting untuk mempercepat tibanya jenazah di rumah duka.

Iwan (38), perwakilan keluarga, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu perjalanan almarhum sejak dari Papua.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses kepulangan saudara kami dari Papua hingga tiba di Maumere. Secara khusus, kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas bantuan armada pesawat Polri yang sangat berarti, sehingga almarhum dapat secepatnya tiba di rumah duka," tutur Iwan.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, Kapolres Manggarai Barat juga menyampaikan empati atas kehilangan tersebut.

"Atas nama Kepolisian Resor Manggarai Barat dan seluruh elemen masyarakat Labuan Bajo, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," tutur AKBP Christian.

Penerbangan menuju Maumere akhirnya dilakukan pada pukul 13.33 WITA. Pesawat Cassa P-4101 lepas landas dari Bandara Internasional Komodo menuju Bandar Udara Frans Seda untuk membawa jenazah drh. Alfonsius Albinus Meha ke kampung halamannya.

 

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut