Cegah Korupsi di Pelabuhan, KSOP Waingapu Terapkan STID dan SIMON TKBM
WAINGAPU, iNewsSumba.id-Upaya pencegahan praktik korupsi di sektor kepelabuhanan kini memasuki babak baru. Pelabuhan Nusantara Waingapu resmi menerapkan Sistem Terminal Informasi Darat (STID) dan Sistem Informasi Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM) sebagai bagian dari transparansi layanan.
Peluncuran sistem ini menandai komitmen kuat regulator dan operator pelabuhan dalam menciptakan tata kelola yang bersih dan akuntabel. Dengan digitalisasi, seluruh transaksi dan aktivitas operasional dapat dipantau secara real time melalui sistem nasional.
Senior Manager HSSE Pelindo Regional 3, Muhamad Adib Fadli, menegaskan bahwa kehadiran STID dan SIMON TKBM merupakan langkah konkret dalam menutup celah praktik korupsi.
“Ini adalah wujud nyata dari langkah pencegahan korupsi di Pelabuhan Waingapu, karena dengan sistem ini, semua transaksi terintegrasi dan terbaca di sistem nasional,” ungkap Adib.
Kepala KSOP Waingapu, Fadly Afand Djafar, menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat integritas pelayanan publik.
Menurutnya, kepadatan truk yang selama ini menjadi persoalan dapat diatasi melalui STID yang terintegrasi dengan sistem pemesanan truk dan operasional terminal. “Dengan sistem ini, pengaturan arus kendaraan menjadi lebih tertib dan transparan,” jelasnya.
Selain itu, SIMON TKBM memungkinkan pengawasan tenaga kerja bongkar muat secara lebih sistematis, sehingga meminimalisir potensi penyimpangan dalam pengelolaan tenaga kerja.
Peluncuran sistem ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, yang menyampaikan apresiasi atas inovasi digital di Pelabuhan Waingapu. Ia menilai langkah ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Implementasi kedua sistem tersebut juga menjadi bukti sinergi antara KSOP, Pelindo, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan.
Fadly menekankan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder agar sistem ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. “Kami berharap implementasi ini mampu mewujudkan pelabuhan yang berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi, Pelabuhan Waingapu kini tidak hanya menjadi pusat logistik, tetapi juga simbol komitmen terhadap pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi pelabuhan lain di Nusa Tenggara Timur maupun di Indonesia.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu