Anak Pantura Flores Unjuk Diri: Expo Pendidikan Jadi Ajang Pencarian Bakat dan Harapan Baru
Menurut Kepala SMA 1 Wolowae, Bonefasius Kopong Teka, kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata terhadap pemerataan pendidikan di wilayah pesisir yang sering tertinggal. “Kami ingin anak-anak di pantai utara punya panggung dan kesempatan yang sama,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Desa membuat setiap kegiatan sekolah menjadi ruang pembinaan karakter dan ajang pengenalan minat sejak dini. “Kami pantau setiap anak, karena dari sinilah bakat besar sering lahir,” ujar Bonefasius.
Tak hanya itu, tim pembina kesiswaan Albertus Bhokareu menilai expo ini juga membuka peluang beasiswa bagi siswa SMP yang berprestasi. “Khususnya anak-anak dari Ende, kami beri apresiasi dan kesempatan untuk lanjut sekolah di Wolowae,” ujarnya.
Kepala Desa Tendakinde, Petrus Dae, menilai kegiatan ini menjadi simbol kesiapan desa menghadapi era digital yang menuntut kecerdasan dan karakter kuat. “Kami ingin anak-anak punya mental baja, berani tampil, dan membawa nama Wolowae ke tingkat nasional,” katanya.
Ia pun menutup acara dengan pesan sederhana namun kuat: “Jangan takut bermimpi. Anak-anak desa juga bisa menjadi jurnalis hebat seperti Daniel Daki Dae dan Primus Dorimulu yang lahir dari tanah ini.”
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu