get app
inews
Aa Text
Read Next : Gerhana Bulan Total 2026 Terlihat Sempurna di Sumba Timur, Warga: Seperti Keajaiban di Atas Kepala

Anak Pantura Flores Unjuk Diri: Expo Pendidikan Jadi Ajang Pencarian Bakat dan Harapan Baru

Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:28 WIB
header img
Expo pendidikan Pantura Flores memantik animo pelajar jadi jurnalis-Foto" iNews Sumba

MBAY, iNewsSumba.id– Desa kecil di pesisir utara Flores, Tendakinde, mendadak ramai oleh semangat anak muda yang haus akan perubahan. Rabu (22/10/2025), Pemerintah Desa Tendakinde bersama SMA Negeri 1 Wolowae menggelar Expo Pendidikan Pantura Flores yang berlangsung penuh warna dan inspirasi.

Acara ini digelar dalam rangka HUT ke-25 Desa Tendakinde dan puncak Bulan Bahasa SMA 1 Wolowae, menghadirkan berbagai lomba edukatif serta pertunjukan seni dari para siswa.

Suara drum band menggema dari lapangan utama desa. Di bawah komando Paul Sabu, guru literasi yang dikenal sebagai maestro MC  Nagekeo, para siswa tampil memukau. “Dua minggu kami latihan keras. Saya ingin anak-anak desa tahu bahwa mereka mampu bersaing,” kata Paul Sabu penuh semangat.

Expo ini juga diisi pertandingan sepak bola antar SMP yang berlangsung seru di Lapangan Marilewa, mempertemukan SMP Wolowae Nagekeo dan SMP Ngemo Ende. Suporter dari kedua sekolah berbaur dalam sorak kebersamaan.

Menurut Kepala SMA 1 Wolowae, Bonefasius Kopong Teka, kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata terhadap pemerataan pendidikan di wilayah pesisir yang sering tertinggal. “Kami ingin anak-anak di pantai utara punya panggung dan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Desa membuat setiap kegiatan sekolah menjadi ruang pembinaan karakter dan ajang pengenalan minat sejak dini. “Kami pantau setiap anak, karena dari sinilah bakat besar sering lahir,” ujar Bonefasius.

Tak hanya itu, tim pembina kesiswaan Albertus Bhokareu menilai expo ini juga membuka peluang beasiswa bagi siswa SMP yang berprestasi. “Khususnya anak-anak dari Ende, kami beri apresiasi dan kesempatan untuk lanjut sekolah di Wolowae,” ujarnya.

Kepala Desa Tendakinde, Petrus Dae, menilai kegiatan ini menjadi simbol kesiapan desa menghadapi era digital yang menuntut kecerdasan dan karakter kuat. “Kami ingin anak-anak punya mental baja, berani tampil, dan membawa nama Wolowae ke tingkat nasional,” katanya.

Ia pun menutup acara dengan pesan sederhana namun kuat: “Jangan takut bermimpi. Anak-anak desa juga bisa menjadi jurnalis hebat seperti Daniel Daki Dae dan Primus Dorimulu yang lahir dari tanah ini.”

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut