BA'A, iNewsSumba.id - Lima warga negara asing (WNA) asal China ditemukan bersembunyi di antara pepohonan kawasan pesisir Pulau Ndana, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (6/11/2026) pagi. Mereka diduga merupakan penumpang kapal fiber yang hendak menuju Australia melalui jalur laut.
Penemuan tersebut merupakan hasil pencarian intensif tim gabungan Polres Rote Ndao setelah sebelumnya memperoleh informasi mengenai aktivitas kapal mencurigakan di sekitar perairan Pulau Ndana.
Kelima WNA yang ditemukan terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Berdasarkan data awal kepolisian, identitas mereka masing-masing adalah Zhao Shuo, Chai Jiaxing, Jiang Hongzhuo, Sun Yinghua, dan Wang Yu.
Proses pencarian dimulai sekitar pukul 06.30 WITA ketika Kasat Intelkam Polres Rote Ndao membentuk dua tim yang kemudian bergerak menggunakan dua perahu menuju Pulau Ndana.
Namun, ketika mendekati kawasan pulau, petugas melihat sebuah perahu yang diduga hendak menjemput kelima WNA tersebut. Mengetahui kedatangan aparat kepolisian, perahu itu langsung melarikan diri. Hingga kini, identitas dan asal perahu tersebut masih belum diketahui.
Situasi di lapangan juga tidak mudah. Gelombang laut cukup tinggi dan petugas tidak menemukan lokasi yang aman untuk melabuhkan perahu. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, personel akhirnya berenang menuju pesisir untuk melanjutkan pencarian.
Upaya itu membuahkan hasil sekitar pukul 07.20 WITA. Petugas menemukan kelima WNA sedang bersembunyi di antara pepohonan. Polisi kemudian melakukan pendekatan secara persuasif dengan memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian dan menjelaskan proses evakuasi yang akan dilakukan.
Pendekatan humanis tersebut membuat kelima WNA bersedia mengikuti petugas. Sekitar pukul 07.40 WITA, mereka berhasil dievakuasi menggunakan perahu menuju Pelabuhan Desa Oeseli.
Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 WITA, kelima WNA dibawa menggunakan kendaraan roda empat menuju Mapolres Rote Ndao untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman identitas serta dokumen keimigrasian.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
