El Nino Ancam Pasokan Pangan NTT dan Indonesia Timur, Harga Beras hingga Cabai Jadi Sorotan

TIm iNews
Ilustrasi AI, El Nino ancam pasokan pangan

Kelompok harga bergejolak atau volatile food mencatat inflasi 5,03 persen, dengan kontribusi 0,83 poin persentase terhadap inflasi nasional. Angka ini menunjukkan bahwa pergerakan harga pangan menjadi salah satu komponen penting yang perlu dikendalikan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BI mendorong penguatan kerja sama antardaerah, fasilitasi biaya distribusi, operasi pasar, serta gerakan pasar murah. Kebijakan ini diarahkan untuk mempercepat penyaluran pangan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

“Tujuannya untuk mempercepat distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit pasokan, terutama untuk komoditas beras, cabai, dan bawang merah,” kata Ricky.

Bagi pemerintah daerah di NTT, kewaspadaan terhadap El Niño perlu diikuti pemantauan stok beras, perkembangan harga di pasar, kondisi pertanian, serta kebutuhan air masyarakat. Namun, besarnya dampak di setiap kabupaten masih perlu ditentukan berdasarkan perkembangan cuaca dan data pasokan setempat.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network