Pengecer BBM di Waingapu Menolak Jadi Kambing Hitam: Kami Juga Antre Berjam-jam

Dion. Umbu Ana Lodu
Suasana antrean padat kendaraan bermotor di sejumlah SPBU di Kota Waingapu dan Yeni Mira, salah satu pengecer yang menyatakan upaya mereka adalah untuk mencari keuntungan kecil dan desakan ekonomi (Foto Kolase: Dion. umbu ana lodu/iNewsSumba.id)

 

Di tingkat pengecer, Pertalite dilaporkan dijual sekitar Rp20.000 per botol berisi kurang lebih 1,5 liter. Adapun solar dijual sekitar Rp65.000 hingga Rp75.000 per jeriken berkapasitas lima liter.

Perbedaan harga tersebut perlu dilihat bersama ukuran kemasan dan biaya yang dikeluarkan pengecer. Meski demikian, penjualan BBM tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk aturan mengenai distribusi dan penjualan BBM bersubsidi.

Persoalan antrean di Waingapu kini membutuhkan penanganan yang tidak berhenti pada saling menyalahkan. Kejelasan pasokan, pengawasan distribusi, dan keterbukaan informasi menjadi hal penting agar masyarakat maupun pengecer memperoleh kepastian.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network