WAINGAPU, iNewsSumba.id - Peringatan pertama Hari Keadilan Ekologis Nasional di Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT, diisi dengan rangkaian kegiatan lingkungan. Salah satunya penanaman lebih dari 500 anakan mangrove di pesisir Pamala, Kelurahan Kamalaputi, Sabtu (19/9/2026).
Ratusan warga dari berbagai kalangan ikut dalam kegiatan tersebut. Pelajar, mahasiswa, komunitas, pemerhati lingkungan dan perwakilan lintas instansi bergabung dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 07.00 Wita.
Penanaman mangrove sekaligus dirangkaikan dengan aksi pembersihan sampah. Kawasan pesisir menjadi lokasi kegiatan karena mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem sekaligus melindungi wilayah pantai.
Ketua panitia, Erwin Umbu Hamandika, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari peringatan pertama Hari Keadilan Ekologis Nasional.
Hari Keadilan Ekologis tersebut dicetuskan di Kota Waingapu dalam Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) Walhi pada 20 September 2025. Satu tahun kemudian, peringatannya diisi dengan aksi langsung di lapangan.
"Anakan mangrove yang kami tanam ini diambil dari kelompok mangrove yang ada di Padadita," ujar Erwin.
Menurut Erwin, aksi tersebut tidak dimaksudkan hanya untuk memenuhi agenda peringatan. Penanaman mangrove menjadi bagian dari gerakan lingkungan yang akan terus dilanjutkan.
Peringatan tahun ini mengangkat tema "Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi". Tema tersebut berbicara mengenai rekam jejak masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam, termasuk petani dan nelayan.
"Kenapa tapak dipilih sebagai tema, karena tapak itu adalah tentang rekam jejak para petani, nelayan dan saudara-saudari kita yang menjaga keberlanjutan alam," ujarnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
