Hak Anak Jadi Sorotan, FP-NTT Minta Aktivitas Belajar di SDN Wolomoni Tidak Terganggu

Joni Nura
Gedung SD Negeri Wolomoni, Kabupaten Ende, NTT (Foto: Joni Nura/iNewsSumba.id)

JAKARTA, iNewsSumba.id – Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di lingkungan SD Negeri Wolomoni kini tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ketua Satgas FP-NTT Nasional, Paskalis Towari, menegaskan bahwa kepentingan pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam penyelesaian persoalan yang terjadi.

Menurutnya, anak-anak tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan akibat konflik atau perbedaan pandangan terkait proyek pembangunan.

Ia menekankan bahwa sekolah merupakan ruang aman yang harus dijaga dari berbagai kepentingan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.

"Pembangunan tidak boleh dilakukan dengan pendekatan represif," kata Paskalis.

Ia menambahkan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap dunia pendidikan.

Bila terdapat fasilitas sekolah yang terdampak, maka pemerintah dan pihak terkait wajib mengambil langkah cepat untuk melakukan pemulihan.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network