TAMBOLAKA, iNewsSumba.id— Aktivitas kegempaan di wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, masih berlangsung setelah gempa bumi utama yang sebelumnya mengguncang kawasan tersebut.
Data BMKG setempat mencatat sebanyak 173 gempa bumi susulan hingga Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB. Dari jumlah tersebut, magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 4,3, sedangkan yang terkecil tercatat 1,2.
Rangkaian gempa susulan tersebut menjadi perhatian karena aktivitas tektonik masih terjadi di sekitar wilayah yang terdampak gempa Kodi M5,9. Namun, aktivitas kegempaan itu sejauh ini belum menghentikan operasional penerbangan di Bandara Lede Kalumbang.
Kepala Bandara Lede Kalumbang, Agus Priyatmono, menyebut kegiatan operasional bandara tetap berjalan sebagaimana biasanya. Meski demikian, sejumlah fasilitas gedung operasional mengalami keretakan dan kerusakan akibat gempa.
"Bandara ber operasi dengan normal walau beberapa fasilitas gedung operasional terjadi keretakan dan kerusakan," jelas Agus kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.
Bahkan, aktivitas penerbangan tetap berlangsung pada Minggu. Pesawat dari sejumlah maskapai masih melakukan penerbangan dengan rute yang menghubungkan Sumba Barat Daya dengan wilayah lain di Nusa Tenggara dan Bali.
"Hari ini sudah take off landing pesawat NAM dan Batik Air Rute DPS-TMC dan pesawat Wings Air Rute LBJ-TMC," tulis Agus.
Untuk memastikan penanganan dampak gempa dilakukan sesuai prosedur, pengelola Bandara Lede Kalumbang telah menyampaikan kondisi fasilitas bandara kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
"Bandara juga sudah melaporkan kepada Dirjen perhubungan Udara utk mohon arahan langkah langkah penanganan selanjutnya pasca Gempa Bumi," tulisnya lagi.
Sementara itu, tiga maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Lede Kalumbang dilaporkan tetap beroperasi normal. Belum ada kendala berarti dalam pelayanan penerbangan meskipun gempa susulan masih tercatat terjadi di wilayah Sumba Barat Daya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
