WAINGAPU, iNewsSumba.id — Kodim 1601 Sumba Timur mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi sejumlah potensi risiko selama musim kemarau, termasuk dampak gempa bumi dan kebakaran lahan.
Imbauan tersebut disampaikan Komandan Kodim 1601 Sumba Timur, Letkol Arm Adwi Prasetya, selepas memimpin upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Pahlawan Waingapu.
Adwi meminta masyarakat tetap tenang menyikapi gempa bumi yang baru-baru ini mengguncang wilayah pantai barat daya Pulau Sumba.
Gempa tersebut tercatat berkekuatan magnitudo 5,9 dengan pusat gempa berada di wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
“Masyarakat diminta tetap tenang pascagejala gempa bumi yang terjadi baru-baru ini dengan kekuatan M5,9 dan berpusat di Sumba Barat Daya NTT,” kata Adwi.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya.
Warga diminta memantau perkembangan informasi melalui sumber resmi, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kami mengimbau masyarakat selalu memantau perkembangan berita dari sumber resmi seperti BPBD dan BMKG serta tidak memercayai informasi bohong atau hoaks,” tegasnya.
Selain ancaman gempa, Kodim 1601 Sumba Timur juga memberikan perhatian terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kondisi musim kemarau membuat vegetasi lebih mudah terbakar dan berpotensi memperluas dampak kebakaran.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan cepat meluas dan mengancam permukiman warga.
“Di tengah kondisi musim kemarau, warga diimbau keras untuk tidak membakar lahan. Hal ini sangat penting guna mencegah risiko kebakaran meluas ke area permukiman yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri,” ujar Adwi.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari perhatian Kodim 1601 Sumba Timur dalam menjaga keselamatan masyarakat. Di tengah momentum HUT ke-81 TNI, kehadiran aparat tidak hanya diarahkan pada pembangunan, tetapi juga pencegahan terhadap potensi bencana dan gangguan keselamatan warga.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
