FP-NTT juga meminta agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal tanpa hambatan selama proses penyelesaian polemik berlangsung.
"Pembangunan harus bersifat partisipatif, mengedepankan dialog dan menghormati hak-hak masyarakat, termasuk hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak," ujarnya.
Paskalis Towari, Ketua Satgas FP NTT (Foto: istimewa)
Menurut Paskalis, kualitas pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah maupun bangsa.
Karena itu, fasilitas pendidikan harus ditempatkan sebagai aset strategis yang wajib dijaga dan dilindungi.
Ia berharap semua pihak dapat menempatkan kepentingan anak-anak di atas berbagai perbedaan yang muncul dalam polemik pembangunan tersebut.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
