Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat serta wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Selain ancaman lontaran material vulkanik, warga juga diminta mewaspadai hujan abu yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan dan aktivitas harian masyarakat.
“Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ujar Herman.
Di sejumlah wilayah terdampak, abu tipis mulai terlihat menempel di atap rumah dan jalanan. Warga memilih menggunakan masker untuk mengurangi dampak abu vulkanik.
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki kini terus dipantau secara intensif oleh petugas pos pengamatan. Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan.
Warga yang tinggal di kaki gunung diimbau selalu siaga dan segera menjauh apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik secara tiba-tiba.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
