WAINGAPU, iNewsSumba.id— Aksi demonstrasi Aliansi Tolak Tambang Emas di Kabupaten Sumba Timur, Kamis (7/5/2026) lalu berbuntut laporan ke polisi. Megi Umbu Keba Ngaji, selaku Sekretaris Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo itu resmi melaporkan dugaan penghinaan yang terjadi saat aksi unjuk rasa berlangsung di DPRD setempat.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa laporan tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumba Timur dengan nomor LP/B/133/V/2026/SPKT/Polres Sumba Timur/Polda NTT tertanggal 8 Mei 2026 sekitar pukul 21.19 WITA.
Dalam dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan yang diterima media ini, pelapor menyebut dugaan penghinaan terjadi ketika massa aksi mendesak anggota DPRD untuk melakukan dialog terbuka di luar runagan terkait penolakan tambang emas di Sumba Timur.
Situasi disebut memanas saat massa masuk ke dalam gedung DPRD setelah sebelumnya beberapa anggota dewan meminta massa masuk untuk berdialog. Namun dialog tidak berjalan mulus hingga terjadi perdebatan di dalam ruangan.
Di tengah keributan itu, Melkianus Nara selaku terlapor disebut berusaha menenangkan situasi. Namun dalam proses tersebut, pelapor menyatakan adanya ucapan bernada penghinaan yang dilontarkan kepada massa aksi.
Dalam uraian laporan disebutkan adanya kata-kata kasar yang memicu kemarahan peserta aksi. Peristiwa itu kemudian diputuskan untuk dibawa ke ranah hukum oleh koordinator lapangan (Korlap) aksi.
Yudi Tay Kamangi, salah satu peserta aksi dan anggota Aliansi Tolak Tambang Emas yang dikonformasi terpisah Sabtu (9/5/2026) malam lalu membenarkan laporan polisi yang dilakukan. Figur yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Advokasi GMNI Sabang Sumba Timur itu menyebutkan dirinya berstatus sebagai saksi dalam laporan dimaksud.
"Yaa benar ada laporan dari Aliansi dan STPL-nya ditandatangani oleh Sekretaris Korlap. Saya sebagai saksinya," ujar Yudi.
Aksi demonstrasi penolakan tambang emas sendiri menyasar Polres, Kantor Bupati dan berujung di DPRD Sumba Timur yang sempat diwarnai kericuhan itu. Adapun Melkianus Nara merupakan anggota DPRD Sumba Timur dari Fraksi PDI Perjuangan. Sementara Aliansi Tolak Tambang merupakan gabungan organisasi kemahasiswaan yakni PMKRI, GMNI, IKPML, IKMASBA, IKMST dan PERMASTI.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
