Sebelum membubarkan diri, Aliansi Tolak Tambang Emas membacakan pernyataan sikap. Mereka menyatakan tidak lagi percaya terhadap DPRD Sumba Timur dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat terkait ancaman tambang emas.
“Kami melihat DPRD gagal menjadi representasi suara rakyat. Aspirasi kami dijawab dengan penghinaan,” tegas Arnold Mete diamini Noprianus Lay Maramba Djawa, selaku Humas dan Ketua GMNI Cabang Sumba Timur ssaar diwawancarai di halaman DPRD.
Ketua DPRD Sumba Timur, Umbu Aldy Rihi, membantah adanya ucapan kasar yang diarahkan kepada mahasiswa. Ia menegaskan situasi saat itu berlangsung emosional sehingga kemungkinan terjadi salah tafsir.
“Kami tidak pernah berniat menghina mahasiswa. Kalau ada kesalahpahaman, itu terjadi di tengah suasana yang panas,” kata Umbu Aldy Rihi mewakili sejumlah anggota dewan yang hadir saat itu.
Aksi demonstrasi tersebut merupakan rangkaian protes mahasiswa terhadap maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Taman Nasional Matalawa dan wilayah penyangganya di Sumba Timur.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
