WAINGAPU, iNewsSumba.id— Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tolak Tambang Emas di Kabupaten Sumba Timur diwarnai kericuhan Kamis (7/5/2026) sore lalu. Peristiwa itu dipicu oleh ketersinggungan mahasiswa yang mendengar adanya ucapan kata 'b*ngs*t' yang dduga dilontarkan anggota DPRD Sumba Timur
Disaksikan kala itu, kericuhan pecah ketika massa aksi meminta sejumlah anggota DPRD keluar ruangan untuk menemui demonstran yang sejak siang melakukan unjuk rasa menolak tambang emas di Sumba Timur. Namun, suasana mendadak berubah tegang usai terdengar umpatan yang dianggap merendahkan mahasiswa.
Sejumlah mahasiswa langsung bergerak maju menerjang pagar hidup aparat kepolisian yang berjaga di depan meja pimpinan dan anggota DPRD. Adu mulut tak terhindarkan. Massa berteriak lantang sambil menunjuk ke arah anggota dewan.
“Kalau benar wakil rakyat, jangan hina rakyat sendiri. Kami hormati kalian tapi kalau begini bagaimana bisa jadi representasi rakyat yang baik dan benar,” ungka salah satu demonstran.
Aparat kepolisian yang berjaga tampak berusaha keras menahan massa agar tidak masuk lebih jauh ke dalam gedung dewan. Sejumlah mahasiswa sempat mendorong barikade polisi, namun berhasil dikendalikan.
Dalam rekaman aksi yang beredar di lokasi demonstrasi, terdengar mahasiswa berkali-kali mempertanyakan etika anggota DPRD yang dinilai arogan terhadap aspirasi publik.
Ketegangan berlangsung hampir setengah jam. Polisi dan sejumlah anggota DPRD terus berupaya mendekati dan meminta mahasiswa duduk dan menenangkan diri. Namun massa yang telanjur kecewa memilih meninggalkan ruang pertemuan dan sejenak menggelar orasi spontan di pelataran DPRD.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
