Ketua Kwarcab Sumba Timur, Semuael Awang, saat dikonfirmasi membantah adanya praktik tersebut.
“Terkait lolos atau tidaknya itu bukan dari kami Kwarcab, tapi oleh tim seleksi yang telah dibentuk,” ujarnya.
Hasil tim seleksi dan tes Kesehatan, kata Semuael memang yang bersangkutan kekurangan HB dan juga ada penyakit penyerta lainnya. “Saya sudah minta keluarg ayang bersangkutan untuk ketemu Ibu Dokter agar tahu detailnya,” timpalnya.
Semuael juga menyatakan untuk mengganti dua orang yang dinyatakn gugur, panitia juga kini telah melakukan seleksi untuk mencari pengganti.
Ditanya perihal selintingan khabar yang menyebutkan bahwa pencoretan itu adalah untuk memasukkan anak yang merupakan keluarga Asisten II Setda Sumba Timur. Yang oleh Kwarcab dipandang sebagai bentuk terima kasih sehubungan dengan bantuan Asisten 2 dalam memuluskan upaya pencairan dana bagi kegiatan Jamda dan Jamnas, langsung dibantah Semuael.
“Tidak ada begitu, tidak ada indikasi begitu. benar itu. Memang cucu dari As 2 itu kemarin utusan dari Gudep. Tapi karena sesuai dengan kebutuhan dan karena kita butuhkan anak laki-laki yang bisa wakili dari sisi prosesi budaya yang luluk jadi gugur. Tapi dia juga belum pasti karena masih proses seleksi sekarang. Jadi belum tentun juga cucunya beliau itu lolos,” papar Semuael sembari menegaskan kemabli bawha tidak adanya tekanan ataupun pesanan dalam seleksi
Semuael juga membantah bahwa pihaknya sempat menyatakan dalam pembicaraan dengan Pembina dalam Kwarcab bahwa Keputusan untuk meloloskan kerabat dari Asisten II adalah bentuk terima kasih atas jasanya membantu mulusnya pengurusan dana atau cairnya anggaran untuk Jamda dan Jamnas Pramuka.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
