Para orang tua kini harus mencari alternatif tempat pendidikan bagi anak-anak mereka, yang kemungkinan berada di desa lain dengan jarak yang lebih jauh.
“Sekarang kami harus menyekolahkan anak ke tempat lain, tentu ini menyulitkan,” ungkap seorang ibu rumah tangga di Dusun Natawulu.
Kasus ini menjadi cermin pentingnya perencanaan pembangunan yang matang dan berbasis pada kepastian hukum agar tidak merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada solusi konkret dari pemerintah desa terkait keberlanjutan layanan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam sekaligus pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya kehati-hatian dalam pembangunan fasilitas publik.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
