KUPANG, iNewsSumba.id – Jeruji besi tidak menghentikan semangat belajar puluhan warga binaan di Lapas Kelas IIA Kupang. Sebanyak 20 narapidana kini tengah menempuh pendidikan Strata Satu (S1) sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik.
Program perkuliahan yang berlangsung melalui kerja sama dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang itu menjadi harapan baru bagi para warga binaan yang sedang menjalani masa pidana.
Empat kali dalam sepekan, mereka mengikuti proses belajar mengajar layaknya mahasiswa pada umumnya.
Kepala Seksi Binadik Lapas Kelas IIA Kupang, Dipson Sarlex Didok, mengatakan pendidikan menjadi salah satu jalan penting dalam proses perubahan diri warga binaan.
Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi dapat membantu mereka membangun rasa percaya diri sekaligus meningkatkan kualitas hidup setelah kembali ke masyarakat.
“Kalapas ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Dipson.
Selain pembelajaran akademik, para peserta juga mendapatkan penguatan pendidikan karakter yang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Materi yang diberikan mencakup integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, hingga kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik dalam kehidupan.
“Pendidikan karakter bukan hanya tentang teori, tetapi bagaimana seseorang mampu mengenali diri, memperbaiki sikap, dan menumbuhkan nilai-nilai positif dalam kehidupan,” katanya.
Bagi para warga binaan, kesempatan kuliah menjadi pengalaman yang sangat berarti. Mereka merasa masih memiliki kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki masa depan.
Salah seorang peserta yang enggan disebutkan identitasnya mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti perkuliahan selama berada di dalam lapas.
“Saya dan teman-teman sangat bersyukur mendapatkan kesempatan kuliah sarjana di sini. Kegiatan ini membuat kami merasa dihargai dan memberi harapan untuk masa depan,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat dan memulai kehidupan yang baru dengan lebih baik.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
