Dua Nelayan Sikka Terjerat Hukum, Akui Gunakan Bom Rakitan untuk Tangkap Ikan

Dion. Umbu Ana Lodu
Aparat Ditpolairud Polda NTT amankan satu perhau yang digunakan warga membom ikan (Foto: istimewa)

MAUMERE, iNewsSumba.id-Upaya mencari ikan berujung jeratan hukum. Dua nelayan asal Kabupaten Sikka kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah mengakui menggunakan bom rakitan dalam aktivitas melaut.

Keduanya, AB (48) dan I (27), diamankan oleh Ditpolairud Polda NTT di perairan Desa Haewuli.

Awalnya, mereka mencoba mengelabui petugas dengan alasan memperbaiki mesin perahu yang rusak.

Namun skenario itu runtuh saat petugas menemukan berbagai peralatan mencurigakan di atas perahu.

Dalan berita yang dirilis Tribrata News NTT, Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, menjelaskan bahwa tidak ditemukan alat tangkap ikan seperti jaring atau pancing.

Sebaliknya, yang ditemukan adalah kompresor, alat selam, dan perlengkapan lain yang mengarah pada praktik bom ikan.

“Dari wawancara terpisah, keduanya mengakui telah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan,” ujarnya .

Pengakuan tersebut diperkuat dengan temuan ratusan ikan mati di lokasi.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network