Tim tersebut dipimpin oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, didampingi Kompol Prasetyo Dwi Laksono dan Bripda Yoseph Alexander Rewo.
Tim psikologi tiba di Kabupaten Ngada pada Rabu (4/2/2026) dan langsung memulai pendampingan intensif di Karadhara, Desa Nenowea, yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Februari 2026.
“Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban,” ujar Kapolda NTT dikutip dari Tribrata News Polda NTT.
Kapolda berharap kehadiran tim ini dapat membantu keluarga korban menghadapi trauma psikologis yang berat pascakejadian tragis tersebut.
“Kita harapkan langkah ini bisa membantu meringankan kesulitan keluarga korban,” katanya.
Sementara itu, polisi masih terus mendalami penyebab pasti peristiwa ini. Berdasarkan penyelidikan awal, motif ekonomi diduga menjadi pemicu, meski belum dapat disimpulkan secara final.
“Motif utama karena hal itu, namun masih didalami. Untuk sementara karena kekecewaan, tapi masih didalami lagi,” jelas Kapolda.
Kasus ini kini menjadi atensi serius Polda NTT, sekaligus pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak di wilayah pedesaan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
