Namun keberhasilan tersebut, menurut Nadiem, justru memicu kegelisahan kelompok lama yang selama ini nyaman dengan sistem konvensional. Ia mengaku merekrut banyak anak muda idealis yang berani menabrak pakem lama.
“Dengan mengutamakan transparansi dan teknologi, banyak pihak lama yang dirugikan,” ujarnya.
Dalam konteks perkara hukum yang dihadapi, Nadiem menilai tuduhan jaksa tidak berdiri di atas bukti pidana yang konkret. Ia menyebut dakwaan lebih mengandalkan narasi dan persepsi.
“Ini bukan perkara pidana, melainkan gesekan antara kelompok baru dan kelompok lama,” katanya.
Nadiem menegaskan bahwa keputusan-keputusan strategis yang diambilnya selalu berpijak pada upaya pembenahan sistem pendidikan, bukan untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
