Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KSPSI Sumba Timur Desak Kapolri Awasi Kasus Tenaga Kerja: Jangan Lagi Ada Kriminalisasi Pekerja
Advertisement . Scroll to see content

Investasi Rp9,2 Triliun Ubah Wajah Sumba Timur, Pabrik Gula Modern Dibangun di Lahan Kering

Senin, 07 September 2026 | 19:34 WIB
  • author Tim iNews
Investasi Rp9,2 Triliun Ubah Wajah Sumba Timur, Pabrik Gula Modern Dibangun di Lahan Kering
Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono di acara trip Manisnya Sumba saat berkunjung ke SMK Negeri 2 Waingapu, Sumba Timur, NTT (Foto Kolase: istimewa)

WAINGAPU, iNewsSumba.id - Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan karakter lahan kering, perlahan memperlihatkan perubahan besar. Hamparan lahan yang sebelumnya identik dengan kondisi tandus kini dikembangkan menjadi kawasan perkebunan tebu modern untuk mendukung industri gula nasional.

Transformasi tersebut salah satunya terlihat dari pengembangan perkebunan tebu oleh PT Muria Sumba Manis (MSM) di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.

PT MSM merupakan bagian dari PT Hartono Plantation Indonesia (HPI Agro) atau Grup Djarum. Perusahaan tersebut berdiri sejak 2014 dan mulai beroperasi sekitar 2018 dengan fokus pada pengembangan perkebunan serta industri pengolahan tebu di Sumba Timur.

Nilai investasi yang ditanamkan PT MSM di wilayah tersebut mencapai Rp9,2 triliun. Investasi itu mencakup pengembangan kawasan dengan luas sekitar 20 ribu hektare melalui sistem hak guna pakai selama 30 tahun.

Pengembangan tersebut tidak berhenti pada sektor perkebunan. PT MSM juga membangun pabrik gula modern yang disebut sebagai pabrik gula modern pertama di NTT dengan kapasitas pengolahan mencapai 12.000 tons cane per day (TCD).

Pabrik tersebut dilengkapi teknologi fully automatic control. Fasilitas pengolahan juga memiliki unit dekolorisasi yang digunakan untuk menghasilkan gula dengan kualitas industri.

Saat beroperasi penuh selama musim panen, pabrik tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 1.200 ton gula kristal putih dan gula kristal rafinasi setiap hari.

Managing Director PT MSM Budi Hediyana mengatakan, perusahaan memiliki target menjadikan Sumba Timur sebagai salah satu daerah penghasil tebu terbaik di Indonesia.

"Potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," kata Budi Hediyana.

Menurut Budi, salah satu keunggulan tebu yang dikembangkan di Sumba Timur berada pada tingkat rendemennya. Rendemen tebu di wilayah tersebut disebut dapat mencapai 21 persen atau sekitar tiga kali lipat dibandingkan rata-rata rendemen nasional.

PT MSM juga memiliki target pengembangan lahan tebu hingga 2031. Luas lahan yang ditanami tebu ditargetkan mencapai 10 ribu hektare dengan penambahan sekitar 1.000 hektare setiap tahun.

Pengembangan perkebunan tebu di Sumba Timur bukan perkara sederhana. Wilayah tersebut memiliki karakter semi-arid dengan periode kering yang cukup panjang serta kondisi tanah yang didominasi batuan dan tanah berkapur.

Meski menghadapi tantangan geografis, teknologi pertanian modern diterapkan untuk mengubah lahan tersebut menjadi kawasan perkebunan produktif. Perkebunan PT MSM kini tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Umalulu, Pandawai, Kahunga Eti, Rindi, Pahunga Lodu hingga Wula Waijelu.

Transformasi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana investasi berskala besar dapat diarahkan untuk mengembangkan potensi wilayah yang memiliki tantangan alam. Dari lahan kering, Sumba Timur kini mulai membangun rantai industri gula dari perkebunan hingga pengolahan.

 

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut