Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Investor Asal China Siap Tanam Modal Rp2,8 Triliun di PSN Tambak Udang Sumba Timur
Advertisement . Scroll to see content

Produksi 52.800 Ton per Tahun, Tambak Udang Sumba Timur Diproyeksikan Jadi Sentra Ekspor

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:43 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Produksi 52.800 Ton per Tahun, Tambak Udang Sumba Timur Diproyeksikan Jadi Sentra Ekspor
MenKo Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono motoran ke lokasi proyek Tambak Udang Terintegrasi di Desa Palakahembi Sumba Timur. Turut pula dalam kunker ini Menteri Desa serta PDT Yandri Susanto (Foto: Dion. Umbu Ana Lodu)

WAINGAPU, iNewsSumba.id – Proyek Strategis Nasional (PSN) Tambak Udang Terintegrasi di Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi udang terbesar di Indonesia. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut mampu menghasilkan puluhan ribu ton udang siap ekspor setiap tahun.

Target tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa serta Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dalam kunjungan kerja ke lokasi proyek, Kamis (30/7/2026).

Sebelum melakukan peninjauan lapangan, ketiga menteri bersama Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menerima pemaparan perkembangan pembangunan proyek dari Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb. Haeru Rahayu.

Pembangunan kawasan budidaya tersebut dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang melibatkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Minarta Dutahutama.

Usai mendengarkan pemaparan, rombongan menteri meninjau langsung sejumlah titik pembangunan dengan menggunakan sepeda motor untuk melihat perkembangan pekerjaan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kapasitas produksi yang akan dicapai apabila proyek telah beroperasi secara maksimal.

"Jika nantinya produksi maksimal terealisasi, maka tambak udang terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming yang berlokasi di Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT ini akan menghasilkan udang siap ekspor sebanyak 52.800 ton per tahunnya."

Menurut Trenggono, produksi tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam industri perikanan budidaya sekaligus meningkatkan daya saing produk udang nasional di pasar internasional.

Selain berorientasi ekspor, proyek tambak udang terintegrasi juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia melalui pengembangan sektor perikanan modern.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai proyek tersebut sebagai pekerjaan berskala besar yang akan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekspor komoditas perikanan Indonesia.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi berbagai pihak, proyek Tambak Udang Terintegrasi di Sumba Timur diharapkan mampu menjadi salah satu proyek unggulan nasional yang memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut