get app
inews
Aa Text
Read Next : Video Pembakaran Burung Hantu di Manggarai Barat Viral, Tiga Pelaku Langsung Diamankan Polisi

Kondisi Memprihatinkan SDN 2 Tublopo Jadi Sorotan KPK, Sekolah Berdinding Bebak Berlantai Tanah

Kamis, 23 Juli 2026 | 09:11 WIB
header img
Program bertajuk KPK Mengajar digelar di SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, NTT (Foto Kolase: istimewa)

KEFAMENANU, iNewsSumba.id - Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),NTT tidak hanya membawa misi pendidikan antikorupsi. Lembaga antirasuah itu juga menyoroti kondisi sekolah yang masih jauh dari kata layak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Dalam program KPK Mengajar yang digelar Rabu (22/7/2026), rombongan KPK mendapati ruang belajar yang masih menggunakan lantai tanah dengan sebagian dinding berbahan bebak. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa masih terdapat kesenjangan sarana pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia.

Bagi KPK, pendidikan karakter dan penguatan integritas tidak dapat dipisahkan dari penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Anak-anak yang dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung proses pendidikan secara optimal.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan pembangunan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sarana pendidikan, khususnya di daerah pelosok dan perbatasan.

Saat mengunjungi SD Negeri 2 Tublopo, Amir melihat langsung kondisi ruang kelas yang masih sangat sederhana. Ketika musim hujan tiba, air dapat masuk melalui celah-celah dinding sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar para siswa.

"Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan anak-anak di Desa Tublopo mendapatkan sarana pendidikan yang layak. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan melanjutkan pembangunan dan memimpin Kabupaten TTU," ujar Amir Arief.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut