Kondisi Memprihatinkan SDN 2 Tublopo Jadi Sorotan KPK, Sekolah Berdinding Bebak Berlantai Tanah
KEFAMENANU, iNewsSumba.id - Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),NTT tidak hanya membawa misi pendidikan antikorupsi. Lembaga antirasuah itu juga menyoroti kondisi sekolah yang masih jauh dari kata layak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Dalam program KPK Mengajar yang digelar Rabu (22/7/2026), rombongan KPK mendapati ruang belajar yang masih menggunakan lantai tanah dengan sebagian dinding berbahan bebak. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa masih terdapat kesenjangan sarana pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia.
Bagi KPK, pendidikan karakter dan penguatan integritas tidak dapat dipisahkan dari penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Anak-anak yang dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung proses pendidikan secara optimal.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan pembangunan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sarana pendidikan, khususnya di daerah pelosok dan perbatasan.
Saat mengunjungi SD Negeri 2 Tublopo, Amir melihat langsung kondisi ruang kelas yang masih sangat sederhana. Ketika musim hujan tiba, air dapat masuk melalui celah-celah dinding sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar para siswa.
"Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan anak-anak di Desa Tublopo mendapatkan sarana pendidikan yang layak. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan melanjutkan pembangunan dan memimpin Kabupaten TTU," ujar Amir Arief.
Ia menilai, pemerataan akses pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, anak-anak di wilayah perbatasan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas sebagaimana siswa di daerah perkotaan.
Meski memiliki keterbatasan fasilitas, semangat belajar para siswa SD Negeri 2 Tublopo tetap tinggi. Sebanyak 76 peserta didik mengikuti kegiatan KPK Mengajar dengan antusias melalui berbagai permainan edukatif, pemutaran film, dan simulasi yang mengenalkan nilai kejujuran serta keberanian.
Kepala SDN 2 Tublopo, Obed Selan, mengaku bersyukur sekolahnya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program KPK Mengajar. Menurutnya, kehadiran KPK menjadi penyemangat bagi para siswa sekaligus membuka perhatian publik terhadap kondisi sekolah yang masih membutuhkan pembangunan.
Obed mengungkapkan masyarakat sebenarnya telah menyediakan lahan untuk pembangunan gedung sekolah permanen. Namun, sebagian area masih berada di kawasan hutan sehingga proses pembangunan memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
"Harapan kami, nilai keberanian dan kejujuran dapat tumbuh dan mengakar di SD Negeri 2 Tublopo sehingga kelak lahir pemimpin-pemimpin masa depan TTU yang jujur dan berani untuk membawa daerah ini menjadi lebih baik dan maju," kata Obed Selan.
Selain berharap pendidikan karakter terus berlanjut, pihak sekolah juga berharap pembangunan gedung permanen dapat segera direalisasikan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman bagi seluruh siswa.
KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi melalui pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pembentukan karakter, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar anak-anak di wilayah perbatasan memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu