get app
inews
Aa Text
Read Next : 102 Kuda di Penampungan Watu Asa Jadi Sorotan, Pemkab Sumba Tengah Koordinasi dengan Aparat Hukum

Tawaran Kerja Terlalu Mudah Bisa Jadi Jebakan, P2MI Ingatkan Ancaman Sindikat di Myanmar dan Kamboja

Rabu, 02 September 2026 | 21:06 WIB
header img
Ilustrasi AI pemberantasan lowongan kerja fiktif ke luar negeri

JAKARTA, iNewsSumba.id  – Tawaran bekerja ke luar negeri dengan proses cepat, persyaratan mudah, dan iming-iming penghasilan besar tidak selalu menjadi tiket menuju pekerjaan yang lebih baik. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) justru mengingatkan tawaran semacam itu dapat menjadi pintu masuk sindikat kejahatan.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan masyarakat perlu mewaspadai iklan pekerjaan yang dikemas menarik di ruang digital tetapi tidak memberikan informasi yang jelas mengenai prosedur penempatan.

Peringatan tersebut disampaikan setelah pemerintah menemukan ribuan tautan yang berkaitan dengan dugaan lowongan kerja fiktif di luar negeri.

Hingga 31 Agustus 2026, Kementerian P2MI telah melaporkan 10.504 tautan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.908 tautan telah diturunkan atau ditakedown.

Christina mengatakan pengawasan terhadap konten tersebut dilakukan melalui Unit Patroli Siber Kementerian P2MI. Tim ini memonitor iklan pekerjaan yang berpotensi menjadi jalur perekrutan pekerja migran secara nonprosedural.

"Kita ada unit Patroli Siber yang kerjanya memonitor iklan-iklan lowongan kerja fiktif, yang biasanya dikemas sedemikian lupa sehingga menarik, yang sebetulnya ini juga masyarakat harus mewaspadai," kata Christina dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, pemerintah harus terus melakukan pengawasan karena modus perekrutan melalui ruang digital dapat berubah dengan cepat. Setelah sebuah tautan diturunkan, pelaku dapat kembali menggunakan tautan atau akun berbeda.

"Tapi seperti teman-teman tahu, satu takedown, besok muncul lagi satu. Jadi memang ini harus terus-terusan, harus continue, kita tidak bisa berhenti," tuturnya.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut