get app
inews
Aa Text
Read Next : Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 20 Persen

Rupiah Melemah, Turun 57 Poin atas Dolar Amerika Serikat

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:26 WIB
header img
Ilustrasi, dolar Amerika Serikat tekan Rupiah (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsSumba.id – Dalam penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), mata uang Indonesia itu kembali melemah ke level Rp17.394 per dolar Amerika Serikat. Turun 57 poin atau 0,33 persen. Angka ini mempertegas bahwasanya tekanan datang dari dua arah sekaligus.

Dari luar, situasi global memanas. Dari dalam, fondasi ekonomi mulai menunjukkan retak halus.Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut sumber tekanan utama masih berasal dari faktor eksternal. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memantik kegelisahan pasar.

“Amerika Serikat akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Selat Hormuz bukan jalur biasa. Ia adalah simpul strategis distribusi minyak dunia. Ketika kawasan ini bergejolak, pasar keuangan global ikut bergetar.

Situasi makin rumit karena tarik ulur antara Washington dan Teheran belum menemukan titik temu. Trump mendorong kesepakatan nuklir, sementara Iran memilih menunda pembahasan itu.

“Iran mengusulkan agar isu nuklir dikesampingkan sampai perang berakhir,” tulis Ibrahim.

Ketidakpastian ini membuat investor menarik diri dari aset berisiko. Dolar AS menguat. Rupiah pun tertekan.

Namun persoalan tidak berhenti di sana. Dari dalam negeri, tekanan mulai terasa nyata.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada April 2026 turun ke 49,1. Angka ini berada di bawah ambang batas ekspansi 50. Artinya, sektor manufaktur resmi masuk fase kontraksi.

Ini bukan sekadar angka teknis. Ini sinyal perlambatan. Produksi menurun, permintaan melemah, dan industri kehilangan tenaga dorong.

Penurunan produksi bahkan terjadi selama dua bulan berturut-turut, dengan laju yang semakin cepat. Kondisi ini menjadi yang terburuk sejak Mei tahun lalu.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut