Dicoret dari Timnas, Fadly Alberto Bayar Mahal Aksi Kungfu yang Dipicu Dugaan Rasisme
JAKARTA, iNewsSumba.id-Karier Fadly Alberto Hengga di level internasional harus terhenti sementara. Pemain Bhayangkara FC U-20 itu resmi dicoret dari Timnas Indonesia U-20 setelah terlibat insiden tendangan kungfu yang viral.
Keputusan ini diambil setelah aksi agresifnya dalam laga melawan Dewa United U-20 menuai kecaman luas. Namun, di balik sanksi tersebut, terungkap dugaan rasisme yang menjadi pemicu insiden.
Fadly sebelumnya masuk dalam daftar 28 pemain yang dipanggil untuk persiapan Piala AFF U-19 2026. Ia bahkan disebut sebagai salah satu pemain kunci.
“Sudah dicoret di Timnas Alberto Hengga. Dia pemain kunci Timnas U-20,” ujar Ketua BTN, Sumardji.
Insiden bermula ketika Fadly menyerang dua pemain lawan secara beruntun. Aksi tersebut dinilai melanggar sportivitas dan mencoreng kompetisi usia muda.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, muncul fakta bahwa Fadly diduga menerima ejekan rasis dari bangku cadangan lawan.
“Ada teriakan ‘Berto hitam, Berto monyet’ dari bench. Itu yang membuat dia emosi,” kata Sumardji.
Pernyataan ini memunculkan dilema. Di satu sisi, tindakan kekerasan tetap tidak bisa dibenarkan. Di sisi lain, rasisme juga merupakan pelanggaran serius yang tidak boleh diabaikan.
Sumardji menegaskan bahwa Fadly tetap harus bertanggung jawab atas perbuatannya. “Itu kesalahan besar dan harus dievaluasi,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa sanksi dari Komite Disiplin akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini membuka diskusi lebih luas tentang pentingnya perlindungan pemain muda dari tindakan diskriminatif di lapangan hijau.
Fadly kini harus menanggung konsekuensi ganda: kehilangan tempat di tim nasional dan menghadapi sanksi disiplin.
Di usia yang masih 17 tahun, insiden ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan kariernya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu