Jalan Nasional Ambruk di Naibonat, BPJN NTT Siapkan Jembatan Darurat dan Jalur Alternatif
KUPANG, iNewsSumba.id-Ambruknya jalan nasional di KM 36 Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, memaksa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT bergerak cepat menyiapkan langkah darurat agar arus transportasi tidak lumpuh terlalu lama. Ruas jalan ini merupakan jalur vital penghubung Kupang menuju wilayah Timor Tengah Selatan hingga perbatasan RI–Timor Leste.
Kepala BPJN NTT, Janto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua langkah cepat untuk mengatasi putusnya akses jalan tersebut, yakni membuka jalur alternatif melalui jalan kabupaten dan membangun jembatan sementara di sisi hilir lokasi jalan yang ambruk.
Menurut Janto, tim teknis BPJN NTT telah melakukan survei lokasi untuk memastikan kondisi tanah dan kelayakan pembangunan jembatan darurat. Dari hasil survei sementara, kondisi tanah dinilai masih memungkinkan untuk pembangunan jembatan sementara.
“Kami sudah survei lokasi dan kondisi tanah memungkinkan untuk pembangunan jembatan darurat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera digunakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ambruknya jalan tersebut diduga akibat pergeseran pada struktur pondasi jembatan yang berada di lokasi tersebut. Pergeseran pondasi menyebabkan struktur tidak lagi stabil sehingga akhirnya ambruk dan tidak bisa difungsikan.
“Pondasi jembatan mengalami pergeseran sehingga tidak bisa difungsikan lagi. Saat ini kami sudah mengirim alat berat untuk penanganan awal,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma yang meninjau langsung lokasi kejadian menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak cepat untuk mencari solusi darurat agar akses transportasi segera pulih.
Menurutnya, jalur tersebut sangat penting karena menjadi akses utama transportasi barang dan penumpang di Pulau Timor, termasuk menuju wilayah perbatasan negara.
“Kita akan buka jalur alternatif secepatnya. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, jadi tidak boleh berlarut-larut,” tegasnya.
Ambruknya jalan ini menyebabkan arus transportasi sempat terganggu dan kendaraan harus mencari jalur lain yang lebih jauh. Warga dan pengendara berharap penanganan darurat bisa segera selesai agar aktivitas ekonomi tidak terganggu terlalu lama.
BPJN NTT menargetkan dalam waktu dekat jalur darurat sudah bisa digunakan sambil menunggu pembangunan permanen dilakukan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu