get app
inews
Aa Text
Read Next : Dana Desa 2026: Antara Ketahanan Pangan, Digitalisasi, dan Dominasi Program KDMP

Defisit APBN Terancam Tembus 3,7 Persen, Pemerintah Pertimbangkan Kenaikan BBM

Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:39 WIB
header img
Defisit anggaran dan potensi kenaikan harga minyak global akibat konflik Iran vs USA dan Israel memantik pemerintah Indonesia ambil opsi kenaikan harga BBM (Foto: ilustrasi AI)

JAKARTA, iNewsSumba.id – Pemerintah mulai menghitung ulang kekuatan fiskal nasional setelah harga minyak mentah dunia melonjak akibat konflik di Timur Tengah. Jika kondisi ini berlanjut, defisit APBN Indonesia berpotensi melebar hingga melampaui batas aman.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu faktor yang paling cepat mempengaruhi postur anggaran negara, terutama pada sektor subsidi energi.

Menurut simulasi yang disusun Kementerian Keuangan, tekanan fiskal akan meningkat signifikan apabila harga minyak dunia menembus rata-rata 92 dolar AS per barel.

“Kalau harga minyak naik ke 92 dolar AS per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya, Jumat (6/3/2026).

Angka tersebut melampaui batas defisit APBN yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara, yakni maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto.

Untuk mencegah skenario tersebut, pemerintah sedang menyiapkan berbagai langkah mitigasi fiskal. Salah satunya adalah melakukan penyesuaian terhadap belanja negara.

Purbaya menegaskan pemerintah akan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti bantuan sosial dan subsidi energi.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang,” ujarnya.

Langkah tersebut disebut sebagai pembagian beban antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak harga energi dunia.

Situasi ini tidak lepas dari memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada gangguan pasokan minyak global, termasuk penghentian operasional kilang besar di Arab Saudi dan ancaman penutupan Selat Hormuz.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut