PVMBG Larang Aktivitas Dalam Radius 5 Kilometer dari Kawah Lewotobi Laki-Laki
LARANTUKA, iNewsSumba.id– Pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Jumat (5/6/2026), masyarakat dan wisatawan diminta menjauhi kawasan gunung. Larangan tersebut diberlakukan karena aktivitas vulkanik masih berada pada Level III atau Siaga.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki menegaskan bahwa radius lima kilometer dari pusat erupsi merupakan zona berbahaya yang tidak boleh dimasuki untuk sementara waktu.
“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki serta pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi,” kata petugas.
Imbauan tersebut dikeluarkan setelah gunung api yang berada di Flores Timur itu mengalami erupsi pada pukul 06.57 Wita dengan kolom abu mencapai 2.500 meter di atas puncak.
Selain ancaman material vulkanik, warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi di kawasan puncak gunung.
PVMBG menyebut sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Daerah-daerah tersebut berada di jalur sungai yang berhulu di kawasan Gunung Lewotobi Laki-Laki.
“Masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” lanjut petugas.
Ancaman lahar hujan menjadi perhatian serius karena material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung dapat terbawa arus dan mengalir ke permukiman warga melalui aliran sungai.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu