“Palapang Njara Humba Cup II: Dari Pacuan Tradisi ke Arena Merawat Kebangsaan se Flobamorata"

Menurut Ketua Pordasi Sumba Timur, Felix Wongkar, antusiasme peserta tahun ini mencerminkan betapa pacuan kuda masih menjadi magnet sosial dan ekonomi. “Kegiatan ini bukan hanya pesta olahraga, tapi juga ruang interaksi ekonomi dan budaya,” ujarnya.
Sejak pembukaan oleh Bupati Umbu Lili Pekuwali pada 20 Agustus, lapangan Rihi Eti tak pernah sepi. Penonton datang tak hanya dari Sumba, tapi juga dari berbagai daerah NTT. Mereka ikut merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda: lewat derap langkah kuda.
Kini, setelah penutupan, pesan kebudayaan kembali bergema. Pacuan kuda bukan hanya ajang hiburan, tetapi jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara tradisi leluhur dan semangat kemerdekaan.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu