Total 16 Patung Ukiran dari Batu Cadas yang Rusak di Piarakuku Hills Sumba Timur

SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id – Sebanyak 16 patung batu pahatan atau ukiran yang ada di Spot Piarakuku Hills rusak akibat ulah orang tidak dikenal, Rabu (1/2/2023) kemarin. Jumlah itu dipastikan pasca aparat polsek setempat bersama Jeferson Tamu Ama melakukan pengecekan dan pendataan lebih lanjut, Kamis (2/2/2023) pagi.
“Tadi kami dengan petugas menghitung kembali dan ternyata ada 16 patung yang alami kerusakan. Ada yang rusak berat dan juga ringan. Kemarin karena hitung cepat dan buru – buru mau buat laporan ke polisi jadi saya kira 11 saja. Kerugian saya perkirakan paling rendah 250 juta rupiah,” tandas Jeferson di lokasi wisata yang viral di media sosial sejak akhir tahun 2022 lalu.
Lebih lanjut Jeferson di spot wisata alam yang terletak di perbukitan Piarakuku, desa persiapan Hawurut, Kecamatan Matawai Lapawu, Kabupaten Sumba Timur menegaskan sikapnya untuk tegar dan kembali bangkit pasca kerusakan yang terjadi itu.
“Kemarin memang saya sedih bahkan hari ini masih ada rasa itu. Tapi justru makin memacu semangat saya untuk terus dan tetap berkarya. Saya yakin ada banyak dukungan untuk saya sekarang dan di masa datang. Banyak doa juga dari mereka yang peduli pada upaya dan niat saya untuk jadikan lokasi ini salah satu spot wisata khas dan menarik di Sumba Timur,” urai Ama Ukir, demikian sapaan lain Jeferson oleh warga dan tetangga sekitarnya itu.
Terkait dengan peritiwa pengrusakan itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumba Timur, Ida Bagus Putu Punia, Kamis (2/2/2023) siang pagi hingga jelang siang lalu, bersama iNewsSumba.id dan sejumlah wartawan meninjau lokasi. Kala itu, kepada Ama Ukir, selaku inisiator dan pengelola spot wisata itu, Putu Punia menyatakan keprihatinannya.
“Tentu peritiwa pengrusakan ini mencederai karya seni dan sangat disayangkan. Sebagai pribadi dan pimpinan instansi pemerintah yang terkait langsung dengan budaya dan pariwisata kami mengecam perilaku itu. Kami juga berharap aparat penegak hukum bisa mengungkap pelakunya. Untuk selanjutnya diproses hukum. Harapan kami ke depan tidak lagi kembali terulang kejadian seperti ini,” papar Putu Punia.
Selain itu Putu Punia juga menyampaikan, pihak Dinas yang dinahkodainya tidak akan menutup mata terhadap upaya untuk bangkit dari Jeferson dan rekan – rekannya selaku pengelola spot itu.
“Kami juga berikan motivasi untuk adik Jeferson bisa tegar dan tetap berkarya. Tentunya ke depan kami akan menganggarkan bantuan sebisa kami untuk mendukung kerja kreatifnya,” tukasnya.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu