Palapang Njara, Pacuan Kuda Khas Sumba Timur Resmi Berakhir Dengan Torehan Sejarah

Dion Umbu Ana Lodu
.
Senin, 28 November 2022 | 22:46 WIB
Palapang Njara atau pacuan kuda khas Pulau Sumba, keunikannya selain joki ciliknya juga putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam - Foto : Dion Umbu Ana Lodu

SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id Palapang Njara atau pacuan kuda khas Sumba yang dilaksanakan di Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti Prailiu Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur NTT resmi berakhir, Senin (28/11/2022) jelang petang lalu. Gelaran ini menorehkan sejarah berupa hadiah uang terbesar sepanjanf sejarah pelaksanaan pacuan kuda di Kabupaten yang bermottokan Matawai Amahu Pada Njara Hamu itu.

Palapang Njara atau pacuan kuda di Sumba memang khas, selain melombakan kuda pacu lokal bejenis kuda poni atau sandel, kekhasan lainnya dari pacuan kuda di sini adalah putarannya yang justru melawan arah jarum jam. Pola ini sudah berlangsung sejak masa silam dan hingga kini terus dipertahankan di setiap penyelenggaraannya.

Palapang Njara kali ini memperebutkan piala Bupati Sumba Timur dan diikuti oleh 598 ekor kuda yang bertarung pada 15 kelas. Untuk setiap kelas yang dilombakan kuda – kudanya menggunakan tenaga dan ketrampilan joki – joki cilik. Dan yang pasti gelaran ini juga diwarnai dan kian seru oleh taruhan antar para pecinta kuda dan hal itu lumrah atau tidak mendapatkan tindakan ataupun larangan oleh aparat berwajib.

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing di sela – sela perlombaan kepada Wartawan mengatakan, Palapang Njara atau pacuan kuda ini menorehkan sejarah dalam hal jumlah uang hadiah atau bonus bagi pemilik kuda yang berahsil masuk final di setiap kelas yang diperlombakan.

“Untuk juara pertama di setiap kelasnya selain mendapatkan piala dan piagam juga memperoleh uang sebesar Rp20 juta, juara kedua Rp17,5 juta, juara ketiga Rp.15 juta dan juara keempat Rp10 juta,” jelas Khristofel.

Follow Berita iNews Sumba di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini