Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Susulan Kodi Tembus 483 Kali, Warga Sumba Barat Daya Diminta Tetap Waspada
Advertisement . Scroll to see content

Breaking News, Kebakaran di Kampung Adat Wainyapu, 8 Rumah Tinggal Puing

Selasa, 20 September 2022 | 08:24 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Breaking News, Kebakaran di Kampung Adat  Wainyapu, 8 Rumah Tinggal Puing
Kampung adat wainyapu di Sumba Barat Daya terbakar, 8 rumah ludes tinggal puing - Foto : Tangkapan layar

SUMBA BARAT DAYA, iNewsSumba.id – Kebakaran hebat terjadi Selasa (20/9/2022) dini hari di Kampung adat Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Musibah itu mengakibatkan 8 rumah adat khas Sumba tinggal puing – puing dilalap si jago merah.

Hingga kini masih belum diketahui pasti sebab musabab atau asal api yang kemudian mengakibatkan kerusakan rumah adat, juga benda – benda warisan leluhur lainnya seperti batu kubur, gong, tombak, parang pusaka dan lainnya.

Sejak beberapa jam lalu media sosial ramai menanggapi postingan foto dan video terjadinya kebakaran di Kampung adat , yang setiap tahunnya menjadi salah satu kampung yang terlibat dalam ritual pasola itu.

Akun Facebook Nelis Mete misalnya, selain memposting foto juga menuliskan narasi berisikan duka mendalam akan peristiwa kebakaran itu. Disebutkannya kampung adat Wainyapu merupakan situs yang masih alamiah atau masih perawan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pejabat atau instansi terkait perihal jumlah pasti rumah yang terdampak. Juga belum ada informasi korban jiwa ataupun luka – luka dari peristiwa pilu kebakaran rumah ada tyang dominan menggunakan bahan alamiah seperti ilalang, bambu dan kayu tanpa meterial besi ataupun beton itu.

  

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut