Staf Khusus Menteri Investasi BKPM Apresiasi Progress Investasi PT. Muria Sumba Manis

Dionisius Umbu Ana Lodu
.
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:24 WIB
Staf Khusus Menteri Investasi BKPM, M.M. Azhar Lubis, melihat mesin giling tebu dan pabrik gula PT. MSM di Sumba Timur didampingi Managing Direktur PT. MSM, Budi Hediana (Foto : (Dion. Umbu Ana Lodu)

SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id - Staf Khusus Menteri Investasi BKPM, M.M. Azhar Lubis kagum dan memberikan apresiasi tinggi pada progress investasi PT. Muria Sumba Manis (MSM) di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Hal itu disampaikan dalam dialog dengan pihak manajemen perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan tebu dan pabrik gula yang berada dalam satu kawasan, Jumat (12/8/2022) siang lalu. Hal yang sama juga kembali disampaikan Azhar yang mengaku telah  3 kali datang ke Sumba Tiimur dan juga lokasi investasi itu, dalam sesi wawancara dengan sejumlah awak media.

Azhar spontan menyatakan, keseriusan dalam investasi itu ditunjukan secara nyata oleh PT. MSM. Karena menurutnya,  tantangan yang dihadapi tidaklah mudah ditanggulangi. Selain persoalan sosial tentu yang tak bisa dipandang sebelah mata adalah kendala alam seperti iklim juga kondisi geologis.

“Hebat Perusahaan ini, karena kalau memang tidak ada niat untuk benar – benar investasi tentu kondisi sekarang tidak bisa seperti ini. Bayangkan untuk usaha perkebunan seperti ini, peralatan sekelas pertambangan saja didatangkan,” tandas Azhar.

Perusahaan ini jelas Azhar dipastikan akan terus berkembang dan beri dampak signifikan bagi perkembangan  ekonomi tak hanya bagi warga sekitar, tapi seluruh Kabupaten Sumba Timur. Karena itu, pemerintah pusat tentu akan semaksimal mungkin berupaya untuk membantu dalam hal optimalisasi sarana pendukung seperti jalan dan juga pelabuhan.

“Kalau ini nantinya sudah keluar HGU – nya, sudah 10 ribu tentu aktifitas perkebunan, pengolahan dan produksi serta mobilisasi dari sini dan juga keluar akan bisa dua kali lipat naiknya. Jadi sangat dimungkinkan seperti jalan dilebarkan atau ditingkatkan. Memang tidak otomatis tapi biasanya jika ada investasi besar dan punya prospek pemerintah pasti akan melihatnya,” papar Azhar menjawab pertanyaan wartawan seputar respon pemerintah terkait dengan kian tingginya aktifitas perusahaan diperhadapkan dengan kondisi infrastuktur yang belum sepenuhnya mendukung.

“Sudah kita bahas tapi ini harus diingatkan terus baik oleh pemerintah, masyarakat dan juga rekan – rekan media. Kedatangan kami ke sini juga untuk melihat secara langsung hal – hal yang perlu pemerintah bisa lakukan untuk mendukung investasi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat banyak,” timpalnya.

Managing Direktur  PT. MSM, Budi Hediana, yang juga hadir dalam kesempatan wawancara itu mengungkapkan bantuan dan kemudahan pemerintah sangat bermanfaat  untuk investasi itu. Kondisi itu sebut dia akan menjadi suplemen bagi perusahaan untuk terus merealisasikan asa perusahaan untuk membangun kemitraan, memberikan pelatihan bagi para tenaga kerja dari waerga sekitar dari sisi ketrampilan dan manajemen juga kepedulian yang dituangkan dalam bentuk CSR maupun alih teknologi.

“Pemeritah pusat juga daerah sangat membantu kami seperti contohnya pemberian tax allowance. Tak hanya sampai di sana tapi juga dari kementerian ini connect dengan infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan misalnya. Ini bentuk support yang tak ternilai,” tandas Budi sembari menaruh harapan agar tol laut nantinya bisa lebih rutin beroperasi menghubungkan wilayah Sumba Timur dengan daerah lain, terutama jika nantinya mobiltas produksi dan pemasaran kian masif.

Budi lebih jauh memaparkan, tantangan atau challenge dalam pengelohan lahan baik yang alami maupun tumpang tindih lahan telah dan akan terus dihadapi . Namun katanya, dalam waktu tidak telalu lama lagi hal itu bisa teratasi. Dukungan masyarakat juga sangat membantu terutama dalam komunikasi yang baik dan juga kondusifitasnya.

“Kami harap ke depannya kami – kami ini yang dari luar akan bisa terganti lebih banyak oleh saudra – saudari kita di sini. Ini hanya soal waktu, tapi saya yakin itu akan terjadi minimal dalam 10 tahun ke depan,” imbuh Budi.

Sebelumnya Budi juga menjelaskan pada Azhar dan rombongan yang terdiri dari Hasan Basri, Kepala seksi Sektior Primer dan Tersier, Gatot Perdana Kusuma,  Analis Data Proyek PMA/PMDN, serta para pejabat penting lainnya itu,  bahwa hadirnya PT. MSM juga untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, mendukung visi Indonesia maju 2045 dan berkontribusi untuk pengembangan kawasan.

Direncanakan kapasitas produksi PT. MSM tahap 1, mencapai 6.000 TCD dan tahap 2 direncanakan 1.200 TCD. Total karyawan yang berkarya di  perusahaan ini sebanyak 2.626 orang yang didominasi karyawan lokal sebanyak 2.137 orang dan 201 karyawan lainnya dari luar Sumba. 

Gula Kristal Putih dengan brand “Sumba Manis” dan mengusung tagline “Dari Sumba Untuk Indonesia” menjadi produski andalan PT. MSM. Pemilihan brand dan tagline ini jelas Budi, mempunyai tujuan yang  diharapkan bisa lebih mengenalkan dan mengangkat citra  daerah Sumba ke Indonesia. 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Bagikan Artikel Ini