Polres Manggarai menerima informasi mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 07.30 WITA. Personel yang dipimpin Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kasat Samapta langsung menuju lokasi.
Selain melakukan pengamanan, polisi menggelar pendekatan terhadap masyarakat dari kedua kampung. Tokoh masyarakat dan tokoh adat juga dilibatkan untuk membantu meredam emosi warga.
Polisi kemudian melakukan sejumlah langkah penyelidikan, mulai dari mendatangi lokasi, mengamankan dan melakukan olah TKP, hingga mengumpulkan informasi serta keterangan dari pihak-pihak terkait.
Jenazah Benediktus juga dibawa ke RSUD Ruteng untuk menjalani pemeriksaan medis. Setelah itu, jenazah dibawa kembali ke rumah duka di Kampung Timung dengan pengawalan personel Satlantas dan Sat Samapta Polres Manggarai.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menyampaikan duka cita atas meninggalnya Benediktus Paang dan mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga keamanan bersama dan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui jalur hukum dan komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan kekerasan atau aksi balasan,” demikian imbauan kepolisian.
Hingga Sabtu, kondisi di Kampung Timung dan Kampung Wohe terpantau kondusif. Personel Polres Manggarai masih disiagakan di kedua wilayah tersebut sembari membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan keluarga korban.
Polisi juga masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk mengungkap fakta-fakta terkait pihak yang diduga terlibat dalam perkelahian serta peristiwa yang menyebabkan Benediktus meninggal dunia.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
