Tawaran Kerja Terlalu Mudah Bisa Jadi Jebakan, P2MI Ingatkan Ancaman Sindikat di Myanmar dan Kamboja

Binti Mufarida
Ilustrasi AI pemberantasan lowongan kerja fiktif ke luar negeri

Christina meminta calon pekerja migran tidak langsung percaya terhadap tawaran pekerjaan yang terlihat terlalu mudah. Informasi mengenai perusahaan, pekerjaan, negara tujuan, serta prosedur keberangkatan harus dipastikan sebelum mengambil keputusan.

"Kalau sesuatu yang terlihat terlalu mudah, nanti end up-nya bisa-bisa, di sindikatlah, di Myanmar, di Kamboja, seperti yang sering kita dengar, kita baca berulang-ulang di media massa," ucapnya.

Peringatan tersebut menjadi penting karena calon pekerja migran yang berangkat melalui jalur nonprosedural memiliki posisi yang lebih rentan ketika menghadapi persoalan di negara tujuan.

Pemerintah pun tidak hanya mengandalkan penindakan terhadap konten digital. Pencegahan keberangkatan calon pekerja migran secara nonprosedural juga dilakukan di sejumlah wilayah dan pintu keluar Indonesia.

Kementerian P2MI mencatat 6.668 calon pekerja migran nonprosedural berhasil dicegah keberangkatannya sejak 2025 hingga Juli 2026. Pencegahan dilakukan antara lain di Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Utara, serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network