Materi edukasi yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pemahaman tentang sistem perbankan. Kepala OJK NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menegaskan bahwa literasi keuangan adalah fondasi utama bagi pertumbuhan UMKM.
“Masyarakat harus memahami layanan keuangan agar tidak terjebak pada praktik yang merugikan,” ujarnya.
Sementara itu, Bank NTT melihat edukasi ini sebagai investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Treasury Bank NTT, Heru Helbianto, menyebut UMKM sebagai sektor yang paling tahan terhadap krisis jika dikelola dengan baik.
“UMKM dapat lebih tangguh menghadapi segala tantangan jika didukung dengan pengelolaan keuangan yang tepat,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata di lapangan, tidak hanya dalam cara berbisnis, tetapi juga dalam cara berpikir.
Ketika pelaku UMKM memahami keuangan, mereka tidak hanya bertahan namun juga bisa bertumbuh dengan sehat
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
