JAKARTA, iNewsSumba.id — Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3. Irvian Bobby Mahendro, yang dijuluki “Sultan Kemnaker”, mengakui memiliki tiga nomor induk kependudukan (NIK).
Pengakuan ini sontak menjadi sorotan tajam di ruang sidang. Sebab, kepemilikan lebih dari satu NIK bukan hanya persoalan administratif, tetapi berpotensi berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum.
Pertanyaan bermula dari kuasa hukum Immanuel Ebenezer alias Noel yang mengonfirmasi isi berita acara pemeriksaan (BAP).
“Saudara betul memiliki 3 NIK? nomor induk kependudukan, ada 3 KTP, ada 3 NIK?” tanya kuasa hukum.
“Iya,” jawab Bobby singkat, tanpa elaborasi.
Jawaban itu membuka pintu pertanyaan lanjutan. Namun, saat didalami lebih jauh, Bobby justru memilih untuk tidak memberikan penjelasan.
“Terkait dengan hal ini saya keberatan untuk menjawab Yang Mulia, karena tidak terkait dengan pokok perkara,” ujarnya.
Sikap tersebut tidak menghentikan pendalaman. Kuasa hukum kembali menekan, mencoba menggali motif di balik kepemilikan tiga identitas tersebut.
“Pertanyaan saya, mengapa saudara membuat 3 NIK 3 KTP, untuk apa keperluan apa?” cecarnya.
Namun Bobby tetap bergeming. “Saya izin tidak menjawab yang Mulia,” katanya.
Majelis hakim mencatat penolakan itu sebagai bagian dari proses persidangan. “Tidak menjawab pertanyaan saudara dicatat dalam persidangan ini,” tegas Ketua Majelis.
Noel kemudian memanfaatkan momentum ini untuk membangun narasi pembelaannya. Ia menilai kepemilikan tiga NIK sebagai indikasi awal adanya niat jahat.
“Ditambah lagi ada tiga NIK, tiga NIK yang dia gunakan. Berarti kan di sini ketahuan sekali ada mens rea, ada niat jahat,” ujar Noel.
Pernyataan itu mempertegas strategi pembelaan yang mencoba menggeser fokus ke karakter dan tindakan saksi.
Di luar ruang sidang, publik mulai bertanya-tanya: bagaimana mungkin satu individu memiliki tiga identitas resmi? Apakah ini celah sistem, atau bagian dari skema yang lebih besar?
Sidang ini belum memberikan jawaban final. Namun satu hal pasti: tiga NIK Bobby telah menjadi simbol kontroversi baru dalam kasus yang terus berkembang.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
