Kasus Asmara Oknum DPRD Sikka Berujung Protes Warga, Kantor Lurah Wailiti Akhirnya Dibuka

Joni Nura
Warga mempersoalkan penutupan Kantor Lurah Wailiti saat prosesi adat berlangsung untuk penyelesaian dugaan asmara terlarang yang libatkan oknum anggota DPRD Sikka-Foto: Joni Nura

Warga menegaskan bahwa kesepakatan adat selama ini selalu menjunjung keterbukaan sebagai bentuk pendidikan sosial.

Menanggapi protes tersebut, Lurah Wailiti Fransiskus Adritrianto akhirnya memberikan klarifikasi.

Ia menyebut penutupan pintu dilakukan agar pelayanan administrasi tidak terganggu selama prosesi adat berlangsung.

“Tidak ada niat menutup proses adat. Pintu depan ditutup karena kegiatan di ruang tengah, tapi pelayanan tetap jalan,” katanya.

Meski sudah dijelaskan, warga tetap meminta agar pintu kantor dibuka demi menghindari kesan tebang pilih.

Akhirnya, pintu kantor dibuka dan warga dapat menyaksikan langsung jalannya penyelesaian adat tersebut.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network