Kasus Asmara Oknum DPRD Sikka Berujung Protes Warga, Kantor Lurah Wailiti Akhirnya Dibuka

Joni Nura
Warga mempersoalkan penutupan Kantor Lurah Wailiti saat prosesi adat berlangsung untuk penyelesaian dugaan asmara terlarang yang libatkan oknum anggota DPRD Sikka-Foto: Joni Nura

MAUMERE, iNewsSumba.id — Kasus dugaan asmara terlarang yang menyeret nama oknum anggota DPRD Kabupaten Sikka berinisial HCD berbuntut panjang. Proses penyelesaian adatnya bahkan memicu protes warga Kelurahan Wailiti.

Warga mempersoalkan penutupan Kantor Lurah Wailiti saat prosesi adat berlangsung. Mereka menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan.

Sidang adat itu membahas dugaan hubungan HCD dengan seorang perempuan berinisial MI, dan dimediasi oleh lembaga adat setempat.

Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Lurah Wailiti dan Camat Alok Barat, serta keluarga dari kedua pihak.

Namun, penutupan pintu kantor membuat warga bertanya-tanya. Mereka merasa hak untuk mengetahui proses penyelesaian masalah di wilayahnya diabaikan.

Gusti, salah satu warga, menyuarakan kekecewaannya secara terbuka.

“Kalau dulu kasus masyarakat biasa, semuanya terbuka. Sekarang karena ini anggota dewan, malah ditutup,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu menciptakan kesan adanya perlakuan istimewa terhadap pejabat.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network