Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam politik kekuasaan, risiko framing dan jebakan selalu ada.
“Mungkin kalau ada yang jebak, taruh uang tiba-tiba di mobil saya,” ujarnya.
Namun Purbaya menegaskan, setiap kasus hukum harus memiliki konstruksi peristiwa yang jelas dan tidak bisa direkayasa begitu saja.
Sementara itu, Noel mengklaim pengalamannya menjadi pelajaran, di mana aktivitas sidak justru dinarasikan sebagai pemerasan.
Ia menyebut, risiko serupa kini berada di depan mata Purbaya jika terus berhadapan dengan kepentingan elite dan pengusaha besar.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
