BMKG mengingatkan daerah dengan topografi curam dan bergunung agar mewaspadai potensi tanah longsor dan banjir bandang, terutama jika hujan berlangsung dalam durasi panjang.
Transportasi darat dan laut menjadi sektor yang paling berisiko terdampak. Gelombang tinggi dan jarak pandang terbatas dapat mengganggu mobilitas antarwilayah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan,” kata Sti Nenot'ek.
BMKG juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Langkah mitigasi dini dinilai penting untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian material akibat cuaca ekstrem.
BMKG menegaskan pembaruan informasi cuaca akan terus dilakukan sesuai perkembangan dinamika atmosfer di kawasan NTT.
Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu
Artikel Terkait
