Hujan Lebat hingga Angin Kencang Mengintai, BMKG Petakan 22 Daerah Rawan Bencana di NTT

Dion. Umbu Ana Lodu
BMKG prediksi potensi bencana hidrometeorologi di NTT-Foto: ilustrasi/Ant

KUPANG, iNewsSumba.id – Risiko bencana hidrometeorologi di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat signifikan seiring masuknya puncak musim hujan. BMKG mencatat sedikitnya 22 kabupaten/kota berada dalam status waspada cuaca ekstrem sepanjang 17–23 Januari 2026.

Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan mengguyur wilayah NTT secara tidak merata namun berulang. Kondisi ini berpotensi memicu banjir, longsor, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

BMKG menyebut penyebab utama kondisi ini adalah pengaruh Bibit Siklon Tropis 97S yang memicu pertemuan angin di wilayah NTT. Selain itu, sistem monsun dan gelombang atmosfer global turut memperkuat pembentukan awan hujan.

“Situasi ini meningkatkan potensi cuaca ekstrem secara luas dan berkelanjutan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek.

Wilayah Flores bagian barat hingga timur, termasuk Manggarai, Ende, dan Flores Timur, menjadi salah satu zona paling rentan terhadap hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Di daratan Timor, daerah Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), hingga Kota Kupang juga masuk dalam radar pengawasan BMKG.

BMKG mengingatkan daerah dengan topografi curam dan bergunung agar mewaspadai potensi tanah longsor dan banjir bandang, terutama jika hujan berlangsung dalam durasi panjang.

Transportasi darat dan laut menjadi sektor yang paling berisiko terdampak. Gelombang tinggi dan jarak pandang terbatas dapat mengganggu mobilitas antarwilayah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan,” kata Sti Nenot'ek.

BMKG juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Langkah mitigasi dini dinilai penting untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian material akibat cuaca ekstrem.

BMKG menegaskan pembaruan informasi cuaca akan terus dilakukan sesuai perkembangan dinamika atmosfer di kawasan NTT.

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network