Kades Kalamba Minta Pelayanan Pegawai Disdukcapil Sumba Timur Lebih Santun

Dionisius Umbu Ana Lodu
Diskusi multi pihak dalam launching program Estungkara (Foto Dion Umbu Ana Lodu)

SUMBA TIMUR, iNewsSumba.id – Pelayanan administrasi kependudukan di kabupaten Sumba Timur kini terus membaik dari waktu ke waktu. Namun demikian, tetap dikritisi oleh warga, khususnya dnegan keramahan atau kesantunan petugas di loket – loket yang ada.

Lodu Hambamay, Kepala Desa Kalamba, Kecamatan Haharu, melontarkan kritikan itu, Rabu (20/7/2022) lalu. Sisi humanis para  petugas di  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dalam melayani warga tetap harus ditingkatkan.

“Layanan petugas di Disdukcapil perlu untuk ditingkatkan. Harus lebih sabar dan humanis dalam layani warga. Saya terima keluhan dari warga yang dapatkan layanan dan penjelasan yang kasar dari petugas di loket,” tandasnya dalam sesi diskusi di acara launching program Estungkara yang dilaksanakan Lembaga Bumi Lestari di Kasa Kandara Resto.

Lodu menyatakan harapannya, agar  ke depan hal itu dibenahi. Karena petugas perlu pula memikirkan warg ayang berasal dari desa yang jauh, bunang waktu dan tenaga, tapi justru diperharapkan pada layayan yang kurang ramah.

“Kasihan juga warga yang juga dari jauh – jauh buang waktu dan tenaga, tapi diperhadapkan dengan kata dan kalimat yang cenderung kasar,” tandas Lodu.

“Mereka sudah ada niat urus KTP atau KK dan Akta kelahiran anak misalnya, namun karena tidak lengkap berkasnya di suruh pulang. Baik kalau disampikan satu kali yang kurang itu apa, jadi kalau balik satu lagi masih bisa, tapi kalau  kemudian datang lagi, bilang masih kurang lagi, yaa lama – lama mereka bilang biar sudah, sudah capek, tidak ada uang untuk bis atau ojek lagi dan lainnya,”   urai Lodu sembari juga berharap Disdukcapil terus meningkatkan layanannya pada masyarakat penganut Marapu.

”Kalau bisa jika mereka sudah nikah dan sah secara adat juga bisa disahkan oleh Dispenduk,” tukasnya. 

Corina Anakonda, yang saat itu hadir mewakili Kadisdukcapil menimpali kritikan dan harapan itu. Dikatakannya, apa yang disampaikan warga itu tak bisa dipungkirinya, juga akan disikapi dengan upaya untuk membenahinya.

“Kami terus berupaya benahi kualitas layanan kami. Apa yang dikeluhkan oleh warga Bapak Kades itu kasuistis. Perlu pula dipahami, petuga skami ada yang harus lembur dari pagi hingga tengah malam. Esoknya lagi harus masuk. Kalau lagi ramai – ramainya warga yang datang urus administrasi kependudukan, kadang suasana di kantor kami mirip pasar,” urai Corina.

Pimpinan Disdukcapil lanjut Corina, kini menerapkan kebijakan pemberian reward kepada pegawainya yang bekerja maksimal dan memuaskan warga serta pimpinan.

“Yang bekerja baik dan berikan layanan prima,  akan diberikan reward sebesar 500 ribu dari dana pribadi Kadis. Itu kebijakan yang ditempuh pimpinan kami,” tuturnya.

Pihak Disdukcapil kata Corina, juga mengharapkan pemerintah desa bisa juga memberikan penjelasan pada warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan, agar benar – benar lengkapi persyaratannya sebelum datang ke kantor Disdukcapil.

 

Editor : Dionisius Umbu Ana Lodu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network