Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Emas Terus Naik, Gakkumhut Siapkan Operasi Gabungan Jika Tambang Liar Terulang di TN Matalawa
Advertisement . Scroll to see content

Pemdes Wanggameti Akui Penggalian Emas Masih Berlangsung, Juga Aktivitas Dalam TN Matalawa

Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:22 WIB
  • author Dion. Umbu Ana Lodu
Pemdes Wanggameti Akui Penggalian Emas Masih Berlangsung, Juga  Aktivitas Dalam TN Matalawa
Sekdes Wanggameti, Daniel K.M. Undi ketika dikonfirmasi depan kediamannya seputar aktifitas penambangan dan pendulangan emas secara liar di dalam dan sekitar kawasan TN Matalawa (Foto: Dion. Umbu Ana Lodu/iNewsSumba.id)

WAINGAPU, iNewsSumba.id - Aktivitas penggalian yang diduga berkaitan dengan pencarian emas masih ditemukan di sekitar Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah desa mengakui pemantauan di lapangan belum sepenuhnya menjangkau sejumlah lokasi yang dilaporkan menjadi tempat aktivitas tersebut.

Sekretaris Desa Wanggameti, Daniel K.M. Undi, mengatakan kegiatan penggalian masih ditemukan, baik di luar maupun di dalam kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru-Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa).

“Kalau di luar kawasan memang masih ada dan di dalam kawasan juga masih ada,” kata Daniel.

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan terhadap aktivitas penggalian di sekitar kawasan konservasi masih menghadapi tantangan. Meski demikian, lokasi, skala, pelaku, dan status hukum setiap aktivitas perlu diperiksa lebih lanjut agar penanganannya didasarkan pada fakta yang terverifikasi.

Daniel mengatakan pemerintah desa telah menerbitkan surat edaran hingga tiga kali untuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang melanggar ketentuan, termasuk memasuki kawasan taman nasional untuk melakukan penggalian.

Pemerintah desa juga mengimbau warga yang menampung orang dari luar desa agar meminta mereka kembali ke daerah asal apabila keberadaan mereka berkaitan dengan aktivitas yang dilarang. Namun, Daniel mengakui masih ada orang dari luar desa yang tinggal di wilayah tersebut dengan alasan membangun rumah.

Dalam pelaksanaan pemantauan, pemerintah desa berupaya menindaklanjuti temuan di lapangan dengan meminta masyarakat yang memasuki kawasan konservasi untuk kembali. Akan tetapi, pemantauan belum menjangkau seluruh lokasi yang diduga menjadi tempat penggalian.

Daniel mengatakan pemerintah desa terkadang hanya melakukan pemantauan dari bagian atas karena tidak berani masuk lebih jauh ke lokasi. Kondisi ini membuat informasi mengenai aktivitas di titik-titik tertentu belum seluruhnya dapat dipastikan melalui pemeriksaan langsung.

Ia juga belum dapat memastikan informasi mengenai lubang penggalian yang disebut memiliki bagian dalam lebih lebar daripada bukaan di permukaan. Dengan demikian, gambaran mengenai bentuk dan kondisi lubang tersebut masih membutuhkan verifikasi lapangan.

Di tengah persoalan tersebut, pemantauan aktivitas penggalian membutuhkan tindak lanjut dari pihak berwenang sesuai kewenangan masing-masing. Kejelasan lokasi, status kawasan, dan kondisi kegiatan di lapangan diperlukan agar perlindungan taman nasional dapat berjalan seiring dengan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terbukti terjadi.

 

Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut