Isu Kesurupan di SMAN 1 Waingapu Viral, Sekolah Bantah Ganggu KBM
Siswa tersebut, kata Murawan, dijemput langsung oleh orang tuanya untuk menjalani pengobatan. Karena itu, pihak sekolah membantah kabar yang menyebut adanya gangguan histeria massal di lingkungan sekolah.
“Di media sosial disebutkan macam-macam yang semuanya tidak benar, mereka hanya sampaikan katanya, katanya, tetapi tidak melihat langsung kejadiannya, sehingga menambah kesimpasiurani informasi ini,” bantah Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, Murawan.
Rambu menambahkan, pada hari yang disebut-sebut dalam informasi media sosial, sekolah tidak hanya melaksanakan pembelajaran reguler. Sekolah juga memiliki agenda workshop refleksi selama dua hari, Kamis dan Jumat, dengan menghadirkan narasumber dari Cabang Dinas Pendidikan.
“Pelaksanaan workshop tersebut telah diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu jam belajar siswa. Pada hari Jumat, para siswa tetap mengikuti agenda rutin seperti senam Jumat Ceria, kegiatan kokurikuler, serta pendampingan materi TKA bagi siswa kelas 12 sebelum dipulangkan sesuai jadwal,” tambah Rambu.
Sekolah juga mengaku telah berkomunikasi dengan orang tua siswa yang disebut berkaitan dengan kabar mengenai salah satu siswa mengalami histeria. Pihak sekolah memastikan situasi lingkungan sekolah tetap tenang, aman dan tidak memengaruhi semangat belajar siswa.
Editor: Dionisius Umbu Ana Lodu